Sabtu, 22 Oktober 2011

Cerita

Pada masa kerajaan Raja Alfred hiduplah seorang wanita yang miskin. Dia janda yang hanya memiliki satu anak bernama Jack,yang menurutnya ia memiliki kekurangan. Akibat dari sikap memihaknya menyebabkan Jack tidak mau menuruti apa yang ia katakan. Akibat dari kesalahan-kesalahannya , ia ditempatkan ditempat yang tidak layak tapi ibunya mengunjunginya.
Suatu hari, wanita miskin itu bicara pada Jack dengan air mata berlinang. Keadaannya sedang sangat kesusahan dan untuk yang pertama kali dalam hidupnya ia tidak punya cukup uang untuk membeli sepotong roti untuk hari-hari berrikutnya. Tidak ada lagi yang dapat dijual kecuali sapinya yang jelek. Jack minta izin pada ibunya untuk menjual sapinya kedesa berikutnya dan ibunya mengizinkan.
Saat ia sudah jauh berjalan, ia bertemu tukang daging. Tukang daging tersebut menanyakan kenapa Jack membawa pergi sapinya dari rumah. Jack menjawab kalau ia berniat untuk menjual sapinya. Tukang daging memegang beberapa buncis yang aneh ditopinya dengan warna yang beragam dan menrik perhatian Jack. Tukang daging bertanya berapa harga sapinya, ia menawarkan semua buncis ditopinya untuk ditukar dengan sapinya.
Ia setuju, dan dengan segera sapinya ditukar dengan buncis. Segera setelah itu, Jack cepat-cepat pulang dan berteriak memanggil nama ibunya sebelum ia sampai dirumah. Ia berniat memberikaan kejutan untuk ibunya. Ketika ibunya melihat buncis-buncis itu dan mendengar cerita Jack, ia menjadi sangat marah. Dengan kuatnya ia menendang jauh buncis-buncis itu hingga beterbangan kesemua arah dan beberapa diantaranya menyebar kekebun.
Pada suatu pagi, Jack bangun sangat cepat dan melihat sesuatu yang tidak wajar melalui jendela dari tempat tidurnya. Dengan cepat ia berlari menuruni tangga menuju kebun, ia menemukan bebrap dari buncis memiliki akar dan tumbuh keatas dengan sangat mengherankan. Ukuran batangnya sanagt besar dan melilit hingga membentuk sebuah tangga yang hampir menyerupai rantai.
Tanpa berfikir dua kali ia mulai memanjat keatas, atas, dan makin keatas ia memanjat sampai ia mencspsi puncaknya. Jack melihat jalan kecil menuju kesebuah kastil yang sangat besar. Kastil itu memiliki pintu yang sangat besar dan Jack mendorongny dengan sekuat tenaganya untuk membukanya. Kemudian ia masuk kedalam. Ia berada disebuah ruang yang sangat besar. Ia melihat sebuah tumpukan perak dan emas. Ia juga melihat sebuah meja yang paling besar yang pernah ia lihat dalam hidupnya. Didekat meja itu terdapat sebuah kursi yang sangat besar. Didekat meja itu terdapat sebuah kursi yang sangat besar. Meja itu dipenuhi dengan makanan yang banyak dan terlihat sangat lezat. Merasa sangat lapar, Jack memenjat kursi dan kemudian kemeja. Ia mulai melahap makanan yang lezat itu.
Tiba-tiba ia mendengar suara yang jaduh dari pojok ruangan yang gelap dan menyadari bagwa suara itu berasal dari raksasa yang sedang tidur, ia mendengkur dengan sangat keras Jack menjadi sangat takut.
Dengan cepat Jack melompat dari meja dan memungut beberapa kain dari lantai kemudian ia berlari secepat yang ia bisa dan menuruni tangga dari buncis tadi.
Pagi berikutnya, Jack merasa berani dan ia kembali memanjat tangga buncis lagi. Kali ini ia melihat seekor angsa dengan dua telur emas didekat raksasa yang sedang tidur.
Jack berjingkat-jin gkat menyebrang kearah ruang angkasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar