Sabtu, 22 Oktober 2011

Cerpenku

Rena adalah cewek yang baik, pintar, dan ramah. Kisah ini berawal dari pertemuan antara Rena dan Andrean yang tidak di duga-duga mereka bertemu, yang sedang chat bersama di facebook, mereka saling berkenalan satu sama lai

Mengatasi Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian. Karena itu, jika bisa, penyakit ini harus dicegah. Jika Anda memiliki tekanan darah yang tinggi, Anda dapat mengendalikan penyakit ini. Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan darah tinggi atau hipertensi?

Cerita

Pada masa kerajaan Raja Alfred hiduplah seorang wanita yang miskin. Dia janda yang hanya memiliki satu anak bernama Jack,yang menurutnya ia memiliki kekurangan. Akibat dari sikap memihaknya menyebabkan Jack tidak mau menuruti apa yang ia katakan. Akibat dari kesalahan-kesalahannya , ia ditempatkan ditempat yang tidak layak tapi ibunya mengunjunginya.

Lima Sahabat

Pagi yang cerah membuat Cella, Cika, Deya, Raya dan Indah semangat untuk pergi sekolah, mereka sekolah di SMA N2 BINA NUSA INDAH dan duduk di kelas X.A, mereka telah menjadi sahabat sejak SD,mereka memiliki sifat yang berbeda, Cella memiliki sifat pendiam, Cika memiliki sifat cengeng, Deya memiliki sifat penakut, Raya memiliki sifat pemalu,sementara Indah memiliki sifat pemarah dan bijaksana,meski sifat mereka berbeda tapi mereka tetap kompak dalam berbagai hal. Dalam urusan asmara hanya Deya dan Indah yang belum mempunyai pacar, Deya tidak diperbolehkan oleh mamahnya untuk pacaran sementara Indah belum berminat untuk Punya pacar, ketika jam istirahat Deya dan indah pergi ketaman sekolah sambil membawa sebotol minuman, mereka berbincang-bincang sambil menikmati minuman mereka, di ujung pembicaraan mereka Deya berkata pada Indah, “In kamu mau tau gak.” Sambil mengangkat botol minumannya Indah menjawab perkataan Deya, “emm….., apa Ya?”

Sejarah Pramuka


Masa Hindia Belanda
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham" besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.

Asal Mula Rumah Lama di Banyuasin

            Dahulu kala ada keluarga yang hidupnya susah yang mempunyai tujuh anak laki-laki. Diantara enam dari tujuh anak itu merupakan anak yang rajin, sopan, dan tidak pernah membantah omongan orangtua. Semua tetangganya senang dengan tingkah laku keramahan anak itu. Anak yang paling bungsu mempunyai sifat yang sangat nakal, membangkang orangtua, dan pemalas, tetangganya banyak tidak senang dengan sifatnya itu. Sehingga saudaranya sendiri menjulukinya dengan nama lanang penyungkan(laki-laki pemalas). Suatu hari orangtuanya mengajak mereka untuk pergi ke sawah, tetapi anaknya yang bungsu tidak mau ikut orangtuanya karena si bungsu tidak mau kotor-kotoran. Bukannya ikut orangtuanya malah si bungsu marah-marah dengan orangtuanya. Keenam anak itupun pergi bersama orangtunya ke sawah kecuali si bungsu.
Sampai di sawah enam anak itu merencanakan sesuatu untuk mencelakakan saudaranya yang paling bungsu yaitu menghanyutkan si bungsu di sungai musi. Tiba waktunya ketika si bungsu tertidur pulas, keenam saudaranya membuat rakit dan meletakkan si bungsu di atas rakit tersebut dan dihanyutkan di sungai musi. Akhirnya rakit rakit tersebut diberi nama Rumah Lama.





Asal Mula Rumah Lama di Banyuasin
            Dahulu kala ada keluarga yang hidupnya susah yang mempunyai tujuh anak laki-laki. Diantara enam dari tujuh anak itu merupakan anak yang rajin, sopan, dan tidak pernah membantah omongan orangtua. Semua tetangganya senang dengan tingkah laku keramahan anak itu. Anak yang paling bungsu mempunyai sifat yang sangat nakal, membangkang orangtua, dan pemalas, tetangganya banyak tidak senang dengan sifatnya itu. Sehingga saudaranya sendiri menjulukinya dengan nama lanang penyungkan(laki-laki pemalas). Suatu hari orangtuanya mengajak mereka untuk pergi ke sawah, tetapi anaknya yang bungsu tidak mau ikut orangtuanya karena si bungsu tidak mau kotor-kotoran. Bukannya ikut orangtuanya malah si bungsu marah-marah dengan orangtuanya. Keenam anak itupun pergi bersama orangtunya ke sawah kecuali si bungsu.
Sampai di sawah enam anak itu merencanakan sesuatu untuk mencelakakan saudaranya yang paling bungsu yaitu menghanyutkan si bungsu di sungai musi. Tiba waktunya ketika si bungsu tertidur pulas, keenam saudaranya membuat rakit dan meletakkan si bungsu di atas rakit tersebut dan dihanyutkan di sungai musi. Akhirnya rakit rakit tersebut diberi nama Rumah Lama.



Nama                 : Puji Lestari
Kelas                 : X.2
Narasumber     :  Ibu Suroh